Wednesday, 18 December 2013

terjemahan

Surah Alam Nasyrah lengkap dengan terjemahan dan Latinnya

Surat Alam Nasyrah: 8 Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ﴿٨﴾
Alam nasyrah laka shadraka, wawadha'naa 'anka wizraka, alladzii anqadha zhahraka, warafa'naa laka dzikraka, fa-inna ma'a al'usri yusraan, inna ma'a al'usri yusraan, fa-idzaa faraghta fainshab, wa-ilaa rabbika fairghab.


Translate:
1). Have We not caused thy bosom to dilate
2). And eased thee of the burden
3). Which weighed down thy back ;
4). And exalted thy fame?
5). But lo! with hardship goeth ease
6). Lo! with hardship goeth ease ;
7). So when thou art relieved , still toil
8). And strive to please thy Lord


Artinya:
1). Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2). Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
3). Yang memberatkan punggungmu 1585 ?
4). Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu 1586 ,
5). Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7). Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain 1587 ,
8). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap

Panduan Solat Sunat Hajat

Panduan Solat Sunat Hajat



Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Abu Darda' bahawa Nabi s.a.w bersabda: "Barangsiapa berwudhuk dan menyempurnakannya, kemudian bersolat dua rakaat dengan sempurna, maka dia diberi Allah apa saja yang diminta baik cepat ataupun lambat."

Waktu untuk menunaikan Solat Hajat:

Boleh dilakukan bila-bila masa (siang atau malam) kecuali waktu yang dilarang melakukan solat sunat seperti selepas solat subuh, selepas solat asar, ketika matahari naik, dll. Walaubagaimanapun, lebih afdhal (baik) dilakukan pada lewat malam khususnya pada sepertiga akhir malam.
 

CARA/KAIFIAT MENUNAIKAN SOLAT HAJAT
• Cara melakukan Solat Sunat Hajat sama sahaja seperti melakukan solat sunat yang lain. Perbezaanya hanya pada niat 
• Boleh dilakukan secara berjemaah atau bersendirian 
• Terdapat banyak cara untuk mengerjakan Solat Sunat Hajat. Salah satu caranya ialah (cara paling ringkas) ialah :

1. Lafaz Niat Solat Hajat :


أصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ

Sahaja aku solat sunnat hajat dua rakaat kerana Allah Ta'ala

Bilangan rakaat : 2 rakaat
2. Pada Rakaat Pertama setelah takbiratulihram :

a. Baca doa iftitah

b. Baca Al Fatihah
c. Baca Surah Al Kafirun (atau surah/ayat lain)
d. Melakukan rukuk, iktidal & sujud seperti biasa

3. Pada Rakaat Kedua

a. Baca Al Fatihah

b. Baca Surah Al Ikhlas (atau surah/ayat lain)
c. Melakukan rukuk, iktidal & sujud seperti biasa
d. Membaca Tahiyat Akhir

4. Memberi Salam
5. Berdoa selepas memberi salam :

a. Mulai doa dengan lafaz memuji Allah S.W.T. dan bersalawat kepada nabi S.A.W.

b. Setelah itu pohonlah hajat kepada Allah mengikut keinginan masing-masing seperti memohon kejayaan cemerlang dalam peperiksaan, perniagaan, dijauhkan dari maksiat dll.
• Setiap orang mempunyai cita-cita dan hasrat. Untuk mencapai cita-cita dan hasratnya memerlukan usaha dan ikhtiar.

• Salah satu dari usaha dan ikhtiar yang boleh kita lakukan untuk mencapai hasrat dan cita-cita ialah dengan memohon hajat kepada Allah melalui Solat hajat sama ada kecil atau besar.


Hajat yang dipohon
Hanyalah perkara yang memberi kebaikan atau kesejahteraan di dunia dan akhirat untuk diri dan orang lain dan doa untuk mengatasi atau menjauhkan sesuatu kesulitan atau keburukan

Tidak harus dipohon
Memohon sesutu hajat yang dilarang ditegah oleh Allah seperti: Memohon untuk melakukan perkara maksiat dan kejahatan, memohon keburukan untuk orang lain.

FADILAT/KELEBIHAN SOLAT SUNAT HAJAT

- Mendekatkan seseorang hamba kepada Allah.
- Mengukuhkan keimanan terhadap sifat Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
- Memberi ketenangan jiwa kepada seseorang.
- Tekun dan gigih berusaha serta bertawakal kepada Allah.
- Tidak putus asa dengan takdir Allah.
- Dimakbulkan Allah doa yang dipohon (Insyaallah).

Tambahan
Hajat boleh di pohon di dalam solat iaitu ketika sujud terakhir tetapi berdoa di dalam hati sahaja. Tidak boleh dilafazkan kerana masih lagi berada didalam solat. Batal solat jika melafazkannya.

Hajat Juga boleh dipohon di luar solat iaitu dalam sujud selepas memberi salam (boleh melafazkannya krn telah keluar dari solat).


Read more: http://www.ahmad-sanusi-husain.com/2013/02/panduan-solat-sunat-hajat.html#ixzz2nrpraL99

Saturday, 30 November 2013

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

Rubrik: Tazkiyatun Nufus | Oleh: Mochamad Bugi - 05/03/08 | 01:53 | 26 Safar 1429 H
dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:
1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)
2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)
3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)
4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)
Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”
Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.
5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)
6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.
Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)
7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)
8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.
Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).
Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)
9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!
Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)
Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)
Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)
“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).
Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)
“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)
10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)
11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)
Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.
12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.
Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)
13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)
Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.
14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)
Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)
15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)
16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)
17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)
18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)
Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)
19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)
20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)
21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.
Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)
Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)
Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)
22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.
Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)
Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/03/05/422/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/#ixzz2mADRdLqa 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Saturday, 12 October 2013

RAHSIA SURAH AL-KAUTSAR

RAHSIA SURAH AL-KAUTSAR>>>
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM

 INNA A'TTOINA KALKAUTSAR
FADSALLILI ROBBIKA WANHAR
INNA SYAANIAKA HUAL AB TAR

Surah ini paling pendek, hanya mengandungi 3 ayat dan diturunkan di makkah dan bermaksud sungai di surga.kolam sungai ini diperbuat daripada batu permata nan indah dan cantik.

Rasanya lebih manis daripada madu, warnanya pula lebih putih daripada susu dan lebih wangi daripada kasturi.

Surah ini disifatkan sebagai surah penghibur hati Nabi Muhammad kerana diturunkan ketika baginda bersedih atas kematian 2 orang yang dikasihi iaitu anak lelakinya Ibrahim dan bapa saudaranya Abu Talib.

Berbagai khasiat terkandung di dalam surah ini boleh di amalkan:

♥baca surah ini ketika hujan turun dan berdoa, mudah-mudahan Allah s.w.t memakbulkan doa kita.

♥jika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosokan di leher, insya Allah hilang dahaga

♥jika sering sakit mata, seperti berair, gatal,bangkak sapukan air mawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x pada mata.
♥jika rumah dipercayai terkena sihir, baca surah ini 10x mudah-mudahan Allah s.w.t bagi ilham kepada kita dimana letaknya sihir itu

♥jika membacanya 1, 000x rezeki kita akan bertambah

♥jika rajin membacanya, hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk ketika menunaikan solat

♥jika orang teraniaya dan terpenjara membacanya sebanyak 71x, Allah s.w.t akan memberikan bantuan kepadanya kerana dia tidak bersalah tetapi dizalimi

(ADA 2 PILIHAN UNTUK ANDA)
1)biakan didalam ini tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2) anda sebarkan pada semua kenalan anda.

Rasulullah bersabda,
"Barang siapa menyampaikan (1) satu ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia) dia akan tetap memperoleh pahala 

-Kepada SUAMI ISTERI & BAKAL SUAMI ISTERI silakan LIKE Keharmoniaan Rumahtangga Dan Keluarga Muslim  syukran,

Saturday, 10 August 2013

solat jamak dan qasar

Solat Qasar,Solat Jamak Taqdim,Solat Jamak Takhir Dan Qasar,Solat Jamak Taqdim Dan Takhir .

Thursday, 7 March 2013


Hendak lah kita perhatikan apakah niat kita sebelum memulakan satu perjalanan atau bermusafir dan cara solat yang mana yang kita pilih ketika hendak bermusafir kerana itu lebih memudahkan agar niat kita tidak berubah-ubah yang kemudian menyusahkan diri sendiri.

Adakah pilihan kita hendak solat qasar, solat jamak taqdim dan takhir atau solat jamak  taqdim dan takhir qasar.(Memahami niat  itu lebih mudah untuk kita membezanya
Seseorang yang bermusafir atau dalam satu perjalanan diharuskan mengqasharkan solat.
Contoh memendekkan solat yg 4 rakaat kepada 2 rakaat tetapi solat magrib dan subuh hendak dikerja seperti lazim dan tiada diringkaskan.
Sesuai dengan firman Allah,
"Sekiranya kamu melakukan perjalanan (bermusafir )dimuka bumi ini,maka tiada halangan untuk kamu mengashar kan solat jika kamu takut akan ditakuti oleh 0rang-orang kafir.Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh kamu yang jelas lagi nyata.(Surah An-Nisa :4;101)

Menurut mahzab Asy-Syafi"i mengqasar solat bagi orang-orang yang bermusafir yang memenuhi syarat amat digalakkan;

Dari Ibnu Umar R.A beliau berkata Rasulullah SAW pernah bersabda 'Sesungguhnya Allah swt menyukai segala kelonggaran yang diberikan olehnya diterima dan dilaksanakan,sebagaimana Allah memurkai segala kemaksiatan terhadapnya dilakukan oleh kamu"(Hadis riwayat Ahmad)

Sahnya solat qasar bagi seseorang itu ialah;

1.Perjalanannya melebihi 85 kilometre.
2.Perjalanan bukan bertujuan maksiat
3.Solat yang boleh diqashar (diringkaskan)hanya solat yang 4 rakaat
4.Meniatkan solat itu dengan solat Qashar semasa melafazkan takbiratul ikram
5.Tidak berimam kepada orang yang bermukim(orang tempatan)

Tempuh sah sebagai musafir mengikut para ulama hanya 3 hari dan 2 malam sahaja.Sekiranya lebih daripada itu maka tidak harus  jika ia mengqasharkan solat kerana dianggap telah bermukim.


Niat solat Qasar;


Usalli fardhaz zuhri rakataini qashran lillahi taala

Sahaja aku solat fardhu zuhur dua rakaat qashar kerana Allah Ta'ala

Ushalli fardhal asri rakataini qashran lillahi taala

Sahaja aku solat fardhu asar dua rakaat qasar kerana Allah Taala

Usalli fardhal isyai rakataini qasran lillahi taala

Sahaja aku solat fardhu isyak dua rakaat qasar kerana Allah Taala

 Jumhur ulama membenarkan melakukan Solat Jama' Takdim dan Jama' Takhir kecuali Mazhab Hanafi. Didalam Mazhab Hanafi dibolehkan Jama' hanya pada hari Arafah bagi orang-orang yang ihram haji, iaitu menjama'kan solat Zohor dan Asar didalam waktu Zohor. Hujah mereka ialah waktu Solat telah thabit secara mutawatir (didalam hadith bertaraf mutawatir) maka tidak boleh digantikan dengan hadith ahad (Al-Fiqh Al-Islami, 2/349-350). Sheikh Al-Islam Ibn Taimiyah menyatakan bahawa adalah lebih baik ditunaikan setiap solat pada waktunya, jika benar-benar tidak ada hajat untuk melakukan jama'. Kerana menurut beliau, Nabi saw sentiasa melakukan solat Qasar pada masa musafir apabila masuk waktu solat tersebut (Majmu' Fatawa, 24/19).

b. Diriwayatkan bahawa Nabi saw tidaklah berterusan melakukan jama' semasa musafir akan tetapi berterusan melakukan qasar, maka menurut Dr Wahbah Al-Zuhaily disebabkan khilaf ulama' mengenainya, adalah afdal tidak melakukan Solat Jama' (Al-Fikh Al-Islami, 2/350).


"Dibolehkan untuknya melakukan jama' tanpa qasar dan qasar tanpa jama', dan qasar merupakan haknya, lebih afdal dari solat al-tamam (penuh, iaitu 4 rakaat)! " (Al-Lajnah Al-Daa'imah , Fatno:584, 8/97).

solat Qasar boleh dilakukan tanpa menjama'kan solat, dilakukan oleh seseorang yang bermusafir apabila masuk waktu solat tersebut (pada waktunya) keatas solat yang mempunyai 4 rakaat. Tetapi kebiasaan melakukan Solat Jama' dan Qasar juga merupakan sunnah Nabi saw bagi memberi kemudahan kepada umatnya. Ada dikalangan ulama' yang lebih menyukai solat pada waktu yang ditetapkan, maka mereka melakukan solat Qasar tanpa Jama apabila masuk waktu solat tersebut. 

Antaranya pilihan ialah;



Istilah   : Menghimpun dua solat fardhu dalam satu waktu dengan syarat-syarat tertentu;

Menjamak dua solat fardhu tanpa diringkaskan(qashar)

Caranya ialah mengumpulkan solat fardhu zuhur dan Asar  dan dikerja pada waktu zohor.
Dan maksud taqdim ialah mendahulukan iaitu mengerjakan solat Asar 4 rakaat yang belum masuk waktu asar dan dikerjakan didalam waktu
zuhur secara jamak iaitu (dihimpunkan)
Begitu juga jika mengerjakan solat isyak yang belum masuk waktu dan dikerjakan didalam waktu margrib pun dimaksudkan dengan jamak taqdim iaitu dihimpunkan.

Tetapi hendak lah dikerjakan dengan syarat-syaratnya;

SYARAT JAMAK TAQDIM;(solat jamak bermaksud dihimpun ,solat zuhur /asar dan maghrib / Isya)

1,Hendak lah dikerja secara teratur,iaitu dengan mengerjakan solat Zuhur dahulu dan Asar dikemudiankan,Jika margrib didahulu dan Isyak dikemudiankan.

2.Niatnya hendaklah solat itu diniatkan dengan niat Jamak Taqdim pada solat yang pertama atau didahulukan iaitu solat Zuhur atau margrib(ini tidak berubah kerana niat Jamak Taqdim mesti pada waktu zuhur dan margrib. 



Lafaz niatnya ialah;

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العَصْر جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى

Usalli fardhaz zuhri arba'a rakaatin majmuan  ilaihil asru  adaan lillahi taala;

Ertinya;Sahaja aku solat fardu zuhur empat rakaat dihimpunkan Asar kepadanya tunai kerana 
Allah Ta'ala.
Ingat niat lafaz jamak taqdim ialah diantaranya ( dihimpunkan)

Lafaz solat asar ;

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْر اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلى الظّهْر جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى

Usalli fardhal asri arba'a rakaatin majmu-an ilazuhri jam'a' taqdim lillahi taala.

Ertinya'Sahaja aku solat fardhu asar 4 rakaat dihimpunkan kepada zuhur  kerana Allah Ta'ala

Niat Jamak Taqdim dalam waktu margrib;

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العِشـَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى

Usalli fardhal margribi salasa rakaatin majmu-an ilahil isya'u adaan lillahi taala

Ertinya;Sahaja aku solat maghrib tiga rakaat  dihimpunkan isyak kepadanya kerana Allah Taala

 صَلِّي فَرْضَ العِشـَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلى المَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ   لله تعالىه

Usalli fardhal isyaii arba 'a'  rakaatin majmu an ilalmargribi jamak taqdim lillahi ta'ala

Ertinya:Sahaja aku solat fardhu isya 4 rakaat dihimpunkan kepada maghrib  kerana Allah Ta'ala

Cara-caranya;
Selepas selesai solat zuhur iaitu selepas salam maka hendak lah terus mendirikan solat Asar.

Hendak lah solat itu dikerjakan berturut-turut dengan tiada solat sunat diantaranya kecuali memperbaharui wudhuk yg batal.
Kalau dipisahkan kedua-duanya oleh masa yang panjang walaupun kerana keuzuran seperti terlupa atau pitam,maka terbatallah jamak,maka wajiplah ditundakan solat yang kedua kepada waktunya sendiri kerana tidak memenuhi syarat jamak.
Jika dipisahkan kedua-duaya untuk tempuh sekejap maka tidak terbatal jamak.


Jika dilakukan solat kedua-duanya dgn didahului oleh solat yang pertama, tiba-tiba terbatal solat yang pertama kerana tidak sempurna syarat dan rukunnya, maka terbatal juga solat yang kedua. Walau bagaimanapun, solat yang kedua menjadi solat sunat mengikut pendapat yang sahih.

Jamak takhir;(lebih afdhal mendahulukan solat asar /isyak tetapi tiada ditetapkan.Boleh juga jika maghrib didahulukan atau zuhur didahulukan.



Cara melakukan solat JAMAK TAkHIR;
Selepas salam atau pun jika Isya sunat iqamah kemudian diikuti solat waktu zuhur/maghrib.

Contoh lafaz niat solat Jamak Takhir
 
أُصَلِّي فَرْضَ العَصْر اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظُّهْرِ جَمْعٍ َ تَأْخِيْرٍ لله تعالى
 
Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Asar 4 rakaat dihimpunkan zuhur kepadanya tunai kerana Allah Ta'ala.(Didalam jamak takhir yang tunai ialah solat asar)
 
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْر اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلى العَصْر جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لله تعالى

Ertinya;Sahaja aku solat fardhu zuhur 4 rakaat dihimpunkan kepada Asar  kerana Allah Ta'ala.

أُصَلِّي فَرْضَ العِشـَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ المَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لله تعالى

Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Isya 4 rakaat dihimpunkan maghrib kepadanya tunai kerana Allah Ta'ala.(Didalam solat jamak takhir yang tunai ialah solat Isyak)

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلى العِشـَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍلله تعال

Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Maghrib 3 rakaat dihimpunkan kepada Isya kerana Allah Ta'ala

Selain daripada solat qasar iaitu diringkaskan dan solat secara Jamak taqdim atau takhir yang dikerja tanpa diringkaskan atau diqasarkan ,kita juga diberi pilihan iaitu solat qasar dan jamak.

Solat Qasar dan Jamak dihimpunkan dan diringkaskan



Cara mengerjakan Solat Qasar dan Jamak adalah sama spt mengerjakan solat Jamak Taqdim dan Solat Jamak Ta’hir, Cuma ditambah Qasar sahaja… iaitu Solat Zohor/Asar/Isya’ menjadi 2 rakaat sementara solat Maghrib kekal 3 rakaat


Solat  Zohor dan Asar  Jamak Taqdim dan Qasar.

أُصَلِّي فَرْضَ الظّهْرِ رَكَعَتَيْنِ قَصْـرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العَصْر جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى
Ertinya;Sahaja aku solat fardhu zuhur 2 rakaat qasar dihimpunkan solat Asar tunai kerana Allah Ta'ala.(Didalam solat jamak taqdim dan qasar yang tunai ialah solat zuhur)
أُصَلِّي فَرْضَ العَصْر رَكَعَتَيْنِ قَصْـرًا مَجْمُوْعًا إِلى الظُّهْر جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى
Ertinya:Sahaja aku solat fardhu Asar 2 rakaat Qasar  kerana Allah Ta'ala

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العِشـَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى
Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Maghrib 3 rakaat dihimpunkan solat Isya kepadanya tunai  kerana Allah Taala.(Didalam solat jamak taqdim dan qasar yang lafaz niat tunai ialah Maghrib)
أُصَلِّي فَرْضَ العِشـَاءِ رَكَعَتَيْنِ قَصْـرًا مَجْمُوْعًا إِلى المَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لله تعالى
Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Isya' 2 rakaat qasar kerana Allah Ta'ala.


@ Solat  Zohor dan Asar  Jamak Tak’hir  Qasar.

 
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْر رَكَعَتَيْنِ قَصْـرًا مَجْمُوْعًا إِلى العَصْر جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لله تعالى
 


Ertinya;Sahaja aku solat  fardhu zuhur 2 rakaat qasar dihimpunkan kepada asar  kerana Allah Taala( Perhatian harus diberi pada tiap solat bahagian mana yang tunai di waktu kita mengerjakannya,itu yang membezakan diantara dua solat yang dihimpunkan,didalam jamak takhir waktu zuhur bukan tunai)

Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Asar 2 rakaat qasar tunai  kerana Allah Ta'ala.(Didalam solat jamak qasar takhir yang tunai ialah waktu asar,ingat ketika lafaz niat.)

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلى العِشـَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍلله تعالى

Ertinya;Sahaja aku solat fardhu maghrib 3 rakaat dihimpunkan solat Isya kepadanya  kerana Allah Ta'ala.(Ketika lafaz niat solat maghrib tidak boleh disebut qasar sebab ia tidak diringkaskan)
أُصَلِّي فَرْضَ العِشـَاءِ رَكَعَتَيْنِ قَصْـرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ المَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لله تعالى


Ertinya;Sahaja aku solat fardhu Isya' 2 rakaat qasar  tunai kerana Allah Ta'ala. (Didalam solat jamak takhir yang lafaz niat tunai ialah isyak)

Kesimpulannya;


Solat Qasar bermaksud diringkaskan yang solat 4 rakaat menjadi 2 rakaat tanpa dijamak atau dihimpunkan.

Solat Jamak Taqdim dan Takhir tidak diringkaskan,tetapi dihimpun kan kepada solat asar atau maghrib kepada solat Isya(Bermaksud ia harus dikerjakan 4 rakaat zuhur dan 4 rakaat asar dan maghrib 3 rakaat seperti biasa dan Isya 4 rakaat seperti biasa)

Solat Jamak qasar taqdim atau takhir itu dihimpun dan diringkaskan .(solat zuhur 2 rakaat dan asar 2 rakaat,sementara maghrib 3 rakaat tidak diringkaskan tetapi isyak diringkas menjadi dua rakaat.)


Solat subuh dikerja seperti lazimnya.

Semoga bermanfaat